1000 status & komen tidak akan sama dengan sebuah buku. Kalau serius mau belajar & mengubah diri, saran saya, bacalah buku :) Buku bs memuat inspirasi (menunjukkan cara), bukan cuma motivasi (mendorong). Tidak akan ada pengganti utk sebuah buku. Riiiiiiiiight?
Selasa, 18 Juni 2013
CAMILAN KERIPIK BAYAM
Jadi ingt waktu itu Ibu membuat camilan lezat dan bergizi dari bayam yang dibuat menjadi kerik.
Ehm... rasanya Nyumiii..... ^^
Yuk intip Resepnya :)
Bahan:
- 2 ikat sayur bayam hijau/merah, berdaun lebar dan besar
- 200 gram tepung beras Rose Brand
- Air secukupnya
- Minyak goreng secukupnya
Bumbu halus :
- 4 siung bawang putih, dipotong kasar
- 1 sendok teh ketumbar
- 3 butir kemiri, dirajang
- 1 ruas jari kunyit, dipotong kasar
- Bumbu penyedap secukupnya
Cara Membuat:
1. Daun bayam dibersihkan satu persatu, lalu sisihkan.
2. Semua bahan bumbu halus dicuci bersih lalu digiling menggunakan chopper hingga halus.
3. Siapkan mangkuk agak lebar, campurkan tepung beras dan air, aduk hingga tercampur rata, jangan terlalu encer.
4. Masukkan bumbu yang sudah dihaluskan tadi ke dalam adonan tepungnya, aduk rata kembali.
5. Siapkan wajan, panaskan minyak goreng.
6. Lalu dengan pisau penjepit, celupkan satu persatu daun bayam ke dalam adonan tepung dan masukkan ke dalam minyak yang sudah panas.
7. Goreng hingga matang berwarna kecokelatan dan kering.
8. Simpan di dalam toples dan tutup jika sudah dingin.
9. Camilan sayuran pun siap disajikan.
Tips :
- Gunakan tepung beras yang masih baru, dan sudah terjamin kualitasnya.
- Jika ingin praktis, bisa juga menggunakan tepung berbumbu yang siap pakai.
- Jika ingin mempunyai rasa keju, bisa ditambahkan keju bubuk kering yang dijual di pasar.
Selamat mencoba ya... ^^
Rabu, 22 Mei 2013
TIPS MERAWAT BUKU
TIPS MERAWAT BUKU
Oleh: Jelia Megawati Heru

Oleh: Jelia Megawati Heru

“Books are the quietest and most constant of friends;
they are the most accessible and wisest of counselors,
and the most patient of teachers.”
Charles William Eliot
Charles William Eliot
“One must always be careful of books,
and what is inside them,
for words have the power to change us.”
Cassandra Clare
Cassandra Clare
Bagi banyak orang, buku bukan hanya merupakan dekorasi ruangan semata. Buku bisa menjadi sebuah harta yang tidak ternilai - sebut saja jendela dunia, sumber pengetahuan, gudang ilmu, catatan sejarah, kenang-kenangan, teman dalam perjalanan hidup, dan guru yang baik. Oleh karena itu ada baiknya Anda tahu cara memperlakukan buku-buku kesayangan Anda, supaya bisa digunakan dan dinikmati dalam jangka waktu yang lama. Merawat buku bukanlah hal yang sederhana. Namun apabila Anda menyediakan waktu dan ketelatenan dalam memperlakukan buku Anda, maka Anda telah menghemat uang dan berinvestasi terhadap buku-buku Anda.
APA MUSUH TERBESAR BUKU?
- tikus dan serangga: rayap, kecoa & kutu
- debu
- sinar matahari & cahaya lampu yang terlalu panas
- kegelapan
- kelembaban
- perubahan temperatur yang ekstrem
- noda makanan & minuman
- air, keringat & lemak pada tangan
AKIBATNYA?
- jamur
- warna kertas menjadi kekuning-kuningan
- tulisan pada buku menjadi pudar
- kering, keropos & mudah sobek
- bau tidak sedap/apek
KRITERIA RUANG PENYIMPANAN BUKU

- ruangan dengan temperatur yang stabil, sejuk, kering/tidak lembab (tingkat kelembaban udara sekitar 35%-50%), sekitar 16-18 derajat celsius - hindari gudang yang letaknya di bawah permukaan tanah maupun terlalu dekat dengan atap/langit-langit rumah
- tidak gelap, cukup terang - serangga sangat suka membuat sarang di tempat yang gelap dan tempat yang gelap juga merupakan tempat yang ideal bagi jamur untuk berkembang biak
- tidak terkena sinar matahari langsung maupun cahaya lampu yang panas
- ada jarak dengan ventilasi ruangan (jendela atau pintu) dan benda-benda elektronik yang bisa mengeluarkan panas (misalnya: kulkas, oven, radio, TV)
- letaknya mudah dijangkau dan dibersihkan secara berkala
- memiliki sirkulasi udara yang memadai - usahakan lemari buku tidak menempel ke dindingatau bersentuhan dengan lantai.

POSISI BUKU & PENYIMPANAN BUKU (DO's & DON'Ts)
- Usahakan letak buku tidak berdekatan dengan lantai. Artinya tempat buku jangan di bagian paling bawah lemari! Pilihlah tempat yang memungkinkan buku enak dilihat dan mudah dijangkau. Pilihan bisa di bagian tengah atau atas.
- Posisi buku sebaiknya berdiri tegak lurus dan berjajar ke samping. Posisi ini memungkinkan udara masuk ke sela-sela buku lewat celah lembaran.
- Jangan menumpuk buku! Apalagi dengan beban berat di atasnya. Jika posisi buku bertumpuk dikhawatirkan udara tidak bisa masuk dan mempercepat kelembaban. Hal tersebut akan membuat lembaran-lembaran buku saling menempel, huruf-hurufnya cepat pudar dan jilidnya jadi gampang lepas. Kalau bisa beri butir penyerap air (silica gel) dan kapur barus dalam rak atau lemari buku.
- Jangan menjejal-jejalkan buku! Jangan juga membiasakan membawa buku dengan memasukkan ke dalam tas yang penuh dengan berbagai macam barang. Apalagi mencampurnya dengan makanan. Lebih baik jangan memaksakan buku itu masuk dalam tas yang ukurannya lebih kecil dari buku.
- Jangan menyimpan buku bercampur dengan barang-barang lain! Sediakanlah lemari/rak khusus untuk buku Anda!
- Buku sebaiknya disusun sesuai subjek/klasifikasi/ukuran dan disimpan dalam lemari atau rak buku tertutup. Sebagai contoh, beberapa perpustakaan hanya memajang buku-buku populer atau modern. Buku yang tergolong langka diletakkan dalam lemari-lemari khusus.Berilah sedikit ruang untuk mempermudah pengambilan dan pengaturan buku. Kalau disimpan dalam rak terbuka, selain mudah hilang juga riskan terhadap gangguan binatang perusak buku maupun percikan makanan atau minuman, juga debu yang beterbangan.
- Biasakan untuk mengembalikan buku di tempat semula setelah membaca.
- Pastikan tangan Anda selalu bersih. Jangan pernah menyentuh buku dengan noda yang masih tersisa di tangan Anda. Pastikan juga tidak ada cairan di dekatnya, seperti sisa kopi atau zat cair lainnya. Ketika ingin mengambil buku, pastikan untuk mengambil buku dengan memegang bagian tengahnya. Jangan menarik buku dari bagian atasnya. Jika dilakukan terus menerus, secara perlahan itu akan merusak buku.
EXTRA CARE
1. KEMASAN PLASTIK KEDAP UDARA (Airtight container) & Silica Gel

Hindari menyimpan buku-buku terlalu lama di dalam kotak kardus. Banyak kotak kardus mengandung asam (acid). Asam dari kotak kardus itu bisa pindah ke buku. Akibatnya, buku kita bisa berubah warna jadi kekuning-kuningan. Alternatif yang bijaksana adalah menggunakan suatu wadah plastik yang kedap udara.
TIPS:
- gunakan wadah plastik yang transparan, agar Anda bisa melihat isinya
- gunakan wadah plastik dengan ukuran yang tidak terlalu besar dan usahakan agar ukurannya sama, agar memudahkan Anda dalam menyusunnya
- beri label (tanggal dan klasifikasi)
- gunakan wadah plastik yang bisa dikunci dan kedap udara
- beri silica gel (gantilah silica gel secara berkala)

2. COVER/SAMPUL BUKU
Membungkus buku dalam kemasan plastik atau menyampul buku dengan sampul plastik.
Hal yang perlu diperhatikan dalam menyampul buku:
Hal yang perlu diperhatikan dalam menyampul buku:
- gunakan plastik yang agak tebal dan tidak lengket untuk sampul buku
- gunakan plastik bening agar cover bukunya terlihat
- jangan terlalu ketat menyampul, karena bisa membuat bagian cover buku terlipat jika sering dibuka
- sampul plastik mempunyai masa expired nya, oleh karena itu ganti sampul plastik dengan yang baru, begitu sampul rusak

3. KAMPER/KAPUR BARUS (camphor)
Bahan baku kertas berasal dari kayu, bisa mengundang rayap menggerogoti buku-buku kita. Umumnya buku-buku baru tidak dirayapi karena beberapa sudah diberi zat-zat kimia untuk bahan baku daur ulang kertas. Juga material plastik dalam pembuatan kertas licin. Namun untuk buku-buku yang masih menggunakan kertas asli umumnya masih bisa dirusak rayap.
Taburlah kamper di sela-sela buku atau di pojok-pojok lemari. Fungsi kamper untuk mengusir ngengat dan mengurangi bau tak sedap. Bagi yang takut dengan bahan kimia yang terkandung dalam kamper, alternatif lainnya bisa digunakan rempah-rempah seperti cengkih dan butiran lada hitam. Biasanya rempah-rempah ini dibungkus dalam sebuah kain kecil, diikat dengan pita, dan diletakkan pada sela-sela lemari. Hal ini dilakukan karena risiko bagi pembaca yang mempunyai anak kecil di rumah (misalnya: takut tertelan). Secara periodik kamper/rempah-rempah ini harus diganti, umumnya tiga bulan sekali. Agar kita dapat mengetahui kondisi buku. Apabila ada serangga, harus segera dibasmi.
4. SERAP AIR (water absorber/dehumidifier)
Memberikan serap air untuk mencegah kelembaban, terutama dalam ruangan yang tertutup.
5. PEMBATAS BUKU (bookmark) & PEMBATAS RAK BUKU (divider book end)
Jangan melipat halaman buku! Gunakan pembatas buku jika ingin menandai buku dan pembatas rak agar buku yang kita susun berdiri tegak. Menandai buku dengan benda tebal seperti pulpen ataupaper clip bisa merusak jilidan buku. Tinta pada kertas koran dapat menempel pada halaman-halaman buku, oleh karena itu jangan selipkan potongan artikel pada halaman-halaman buku Anda!
Hindari memfotokopi buku! Untuk bisa memfotokopi halaman buku dengan, biasanya punggung buku akan ditekan kuat-kuat. Hal ini jelas akan memperpendek umur jilid buku. Selain itu, ingatlah bahwa memfotokopi buku tanpa izin adalah pelanggaran hukum dan hak cipta.
6. Lampu khusus
Instalasi lampu khusus untuk lemari buku, sehingga buku mendapat cahaya yang cukup dapatmenghambat ngengat masuk ke sela-sela buku.


Jangan melipat halaman buku! Gunakan pembatas buku jika ingin menandai buku dan pembatas rak agar buku yang kita susun berdiri tegak. Menandai buku dengan benda tebal seperti pulpen ataupaper clip bisa merusak jilidan buku. Tinta pada kertas koran dapat menempel pada halaman-halaman buku, oleh karena itu jangan selipkan potongan artikel pada halaman-halaman buku Anda!


6. Lampu khusus
Instalasi lampu khusus untuk lemari buku, sehingga buku mendapat cahaya yang cukup dapatmenghambat ngengat masuk ke sela-sela buku.


7. Cleaning service... Sebaiknya bersihkan dulu tempat penyimpanan, dan bukunya sebelum disimpan dalam lemari atau rak buku. Bersihkan buku dan rak buku dari debu dengan mengguanakan kain bersih dan kering. Jangan gunakan kemoceng, karena sapuan kemoceng akan menerbangkan debu dan akan menempel pada buku lainnya.
Lakukan rotasi posisi buku setiap dua pekan sekali. Jika memungkinkan keluarkanlah buku-buku dari lemari dan letakan selama sehari di luar lemari untuk diangin-anginkan. Bisa di atas meja atau di ruang terbuka yang sejuk.
Kamis, 11 April 2013
Cara Memasang Facebook Page di BLOG
Sebagaimana kita tahu bahwa Fans
Page cukup efektif dalam mempromosikan suatu barang, jasa, produk ataupun blog
kita. Bayangkan saja facebook merupakan situs social bookmarking terbesar di
dunia dengan lebih dari 600 juta pengguna di dunia dan 50% lebih menggunakannya
secara aktif setiap hari. Ini merupakan potensi yang bagus untuk mempromosikan
blog dan produk kita. Jadi tunggu apalagi masukkan aja facebook page di blog
kita. Namun sebelumnya pastikan kita sudah membuat halaman facebook. Oke
langsung saja kita ikuti cara memasang facebook page di BLOG kita.
1. Masuk ke akun facebook kita, kemudian masuk juga ke facebook page / halaman facebook kita.
Atau Masuk KE SINI
Akan muncul tampilan seperti di bawah. Klik LIKE BOX
1. Masuk ke akun facebook kita, kemudian masuk juga ke facebook page / halaman facebook kita.
Atau Masuk KE SINI
Akan muncul tampilan seperti di bawah. Klik LIKE BOX
2. Langkah selanjutnya lihat gambar di bawah
- Masukkan url/alamat facebook page di kolom atas yang ada / Facebook Page URL
- tentukan ukuran lebar halaman di blog (panah merah)
- High ialah ukuran tinggi facebook page nya
- Color Scheme adalah pemilihan warna, jika blog sobat berwarna terang pilih light, jika gelap pilih dark.
- centang pada kotak Show Faces jika ingin menampilkan foto yang menyukai page kita
- centang show stream jika ingin menampilkan posting terakhir blog kita
3. Kemudian akan tampil di sisi kanan preview / tampilan facebook page kita nantinya di blog. Jika sudah merasa cocok klik Get Code. Kemudian Klik FRAME dan copy paste code tersebut
4. Masuk ke Dasbor > Tata letak
> Add Gadget/ widget > pilih HTML Javascript >
Lalu masukkan / copas kode, lalu simpan perubahan.
6. Facebook Page sobat sudah masuk dan tampil di blog.
Selamat mencoba dan semoga berhasil :)
Lalu masukkan / copas kode, lalu simpan perubahan.
6. Facebook Page sobat sudah masuk dan tampil di blog.
Selamat mencoba dan semoga berhasil :)
Langganan:
Postingan (Atom)
