Free Flower Cursors at www.totallyfreecursors.com
SunSetya Story

Assalamualaikum

Assalamualaikum
Jangan biarkan satu hari pun berlalu, tanpa memberi manfaat kepada sesama... Siaaaaaaap? :)

Rabu, 22 Februari 2012

Strategi Negosiasi

DALAM pekerjaan dan kehidupan Anda harus pintar bernegosiasi. Anda bisa mempelajari kunci strategi negosiasi dari Ivanka Trump, penulis The Trump Card: Playing to Win in Work and Life.



  1. Tahu apa yang diinginkan
Aturan nomor satu masuk ke negosiasi adalah memberikan pendapat atau pikiran. Jika mengambil pendekatan ini, Anda akan mengijinkan pihak lain mendefinisikan tujuan Anda bukan sebaliknya.

2. Menyadari kehadiran fisik

Kekuatan sering disalahartikan dalam bernegosiasi. Pembawaan Anda yang ramah dan fleksibel pastinya mengesankan bagi yang mendengarkan.

3. Lakukan negosiasi dengan orang yang tepat

Anda memberikan segala macam konsensi dan tiba-tiba menyadari lawan bicara tidak berwenang menyelesaikan transaksi Anda, lalu "bos" yang sebenarnya akan datang ke meja dan melanjutkan negosiasi.

4. Pahami kepribadian lawan bicara

Kumpulkan sebanyak mungkin tentang orang yang akan Anda hadapi. Pelajari apa yang benar-benar diinginkan dari kesepakatan itu. Temukan tujuan sejati. Cara terbaiknya dengarkan dengan seksama lawan bicara Anda.

5. Jujur dengan diri sendiri

Ketahuilah kepribadian Anda terkadang berbenturan dengan pihak lain. Lalu terlibat dalam kontraproduktif. Jika menemukan jalan buntu lakukan tabel kompetisi dari sifat diri sendiri terhadap kemungkinan untuk negosiasi.

6. Percaya tetapi selalu memeriksa

Selalu siap memberikan manfaat untuk seseorang. Tetapi perlu berhati-hati untuk mendukungnya selama proses berlangsung. Sejumlah sikap skeptisisme sehat bermanfaat dalam mencapai kesepakatan.

7. Jangan bernegosiasi melalui email

Mungkin tampak seperti penghematan waktu. Padahal bernegosiasi melalui email hanya menguntungkan pihak lemah karena dapat menghindari konfrontasi langsung.

8. Persepsi lebih penting dari realitas

Membiarkan orang lain berpikir apa yang diinginkan namun ini tidak berarti Anda harus curang. Anda cukup mengoreksi asumsi yang salah jika bermain untuk mendapatkan keuntungan.

9. Gunakan koneksi

Jangan takut untuk menggunakan koneksi dalam keuntungan bernegosiasi. Kadang-kadang "pemanis" terkecil dapat menghasilkan hasil terbesar.

10. Selalu siap

Persenjatai diri Anda dengan penelitian, latar belakang dan informasi apa pun selain yang dapat Anda temukan. Semakin banyak Anda tahu, posisi Anda akan semakin kuat.


Sumber : Berbagai Sumber

~*♥ KETIKA CINTA HARUS BERSABAR ~*♥ 5

Hari pernikahan itu tiba. Aku dan Yusuf didandani ala pengantin Jawa karena keluargaku dan keluarganya berasal dari Jawa. Lebih tepatnya lagi, aku dari Jawa Timur dan Yusuf dari Jawa Tengah. Aku mengenakan pakaian khas Jawa tapi tetap terbalut oleh jilbab syar’i. Para undangan banyak sekali yang hadir. Tak terkecuali orang-orang dari pihak penerbit yang selam...a ini berjasa dalam menerbitkan dua novelku. Diantara para undangan yang hadir, ada yang mengaku kalau mereka adalah penggemar setia novelku.

Aku tak tahu dari mana mereka tahu acara pernikahanku ini. Tapi yang pasti aku sangat senang karena mereka sangat peduli padaku. Aku hanya bisa mendo’akan mereka supaya mereka bisa menemukan jodoh mereka dengan cinta.

Aku duduk bersanding dengan Yusuf. Kulihat wajah Yusuf tak seperti orang yang sudah menikah pada umumnya. Wajahnya terlihat murung dan tak bersemangat. Dan yang mengetahui penyebab kemurungannya itu hanya aku pastinya. Sesekali dia melebarkan senyumnya pada orang yang memberikannya selamat. Senyum keterpaksaan tentunya.
Disela-sela waktuku menerima ucapan selamat dari para tamu, aku melihat sosok seorang akhwat berjilbab lebar datang menghampiriku dan Yusuf bersama dengan dua orang temannya. Aku dan Yusuf berdiri. Setelah mendekat, akhwat itu dan dua orangtemannya mengatupkan tangannya pada Yusuf sambil memberikan ucapan selamatpadanya. Akhwat berjilbab lebar itu begitu cantik. Dia lalu menjabat tanganku dan memelukku dengan erat seraya berkata, ”Barakallah ya? Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah” Ucapnyapelan. Dua orang akhwat yang mengiringinya melakukan hal yang sama terhadapku. Aku hanya tersenyum pada mereka dan mengucapkan terima kasih. Aku tak tahu siapa mereka.
Tiba-tiba Yusuf bersuara, ”Syukran ya Alifa sudah mau datang” Ucap Yusuf pada akhwat berjilbab lebar tadi yang kuketahui bernama Alifa. Alifa hanya mengangguk dan segera meminta diri. Dua akhwat yang mengiringinya pun mengikutinya.
Kini aku tahu siapa Alifa yang pernah disebut-sebut oleh temannya Yusuf waktu di book fair tempo hari. Kini aku tahu siapa Alifa yang disarankan oleh temannya Yusuf itu untuk segera dilamarnya. Dan kini aku tahu, siapa ’nama lain’ yang ada di hatinya Yusuf, yang mulai saat ini harus ia ganti dengan namaku. Nama itu adalah Alifa. Gadis itu adalah Alifa. Dan impiannya yang sebenarnya juga adalah Alifa. Bukan diriku.
Aku hampir saja meneteskan air mata kalau saja Mama tidak mengajakku untuk berphoto bersama. Dalam keramaian pesta pernikahanku, aku merasa sepi. Sepi sekali.
Mulai hari ini, aku harus menjalani kehidupanku yang baru dengan seorang suami yang tidak pernah mencintaiku. Aku merasa sendiri saat ini. Hanya kesabaran yang dapat menguatkan aku. Sekali lagi, hanya kesabaran yang dapat menguatkan aku.

~*♥ TUBINEXT CHAPTER ♥*~


Ya Allah Ijinkan Hamba Menggelar Sajadah Bersamanya

Perempuan Juga Bisa Meningkatkan Karir Lho...!!!

BUKAN hal langka bila seorang perempuan bisa meningkatkan karir dalam kehidupan mereka. Banyak cara bagi perempuan karir yang ingin menapaki tangga-tangga keberhasilan.

Nah, Nell Marlino menginformasikan sejumlah tips bagi para wanita karir. Berikut tips dari penulis buku Stepping Out of Line: Lessons for Women Who Want It Their Way in Life, in Love and at Work:




Evaluasi situasi saat ini
Caranya membayar perhatian. Merasa frustasi atau marah bisa menjadi katalis seseorang membuat perubahan. Hidup terlalu singkat untuk membuang waktu untuk sesuatu yang tidak Anda nikmati. Jadilah produktif dan Anda pun memiliki makna dalam hidup.

Mencari tahu kelebihan

Perempuan tidak akan cukup waktu menilai kekuatan mereka. Meskipun mereka sering menghabiskan banyak waktu untuk fokus pada kekurangan, perempuan akan tetap meminta rekannya menilai secara perspektif.

Dapatkan bantuan dari orang lain

Memiliki seseorang yang membuat Anda tetap bertanggung jawab akan sangat membantu dalam berkarier.

Jangan menunggu sukses

Perempuan sering membuat kesalahan dengan berpikir orang lain akan mengenali kecerdasan dan mempromosikan mereka atau mengaturnya dalam bisnis. Dalam berkarier seorang perempuan perlu keluar dari garis bukan menunggu untuk diakui.

Fokus pada tujuan dan tidak egois

Kejar kekuatan yang ada dalam diri untuk ditempatkan dalam jenjang karier yang lebih baik. 


Sumber : Berbagai Sumber

Jumat, 17 Februari 2012

~*♥ KETIKA CINTA HARUS BERSABAR ~*♥ 4

Semuanya sudah ditentukan. Prosesi pernikahan jatuh pada tanggal 23 April 2009. Akad dan walimatul ursy-nya akan diadakan bersamaan di Masjid Raya At Taqwa Pasar Minggu. Baju pengantin yang nantinya akan aku dan Yusuf kenakan pun sudah ditentukan. Dan mahar, aku minta agar Yusuf cukup memberikan aku seperangkat alat shalat, satu buah Al-Qur’an, sebuah cincin emas, dan hafalan surat Al Ikhlas. Setelah semua selesai dan beres dengan rapi, Yusuf dan keluarganya pamit pulang. Aku pun ikut mengantarkan mereka sampai depan pintu. Aku masih belum menemukan senyum yang berarti dari Yusuf. Sampai pulang pun dia tak sedikitpun menatapku. Aku mulai berpikir yang macam-macam.


Setelah mereka pulang, aku langsung membereskan cangkir-cangkir dan piring-piring yang kotor diatas meja. Tiba-tiba Mama memberikan sebuah amplop putih padaku.

”Apa ini Ma?” Tanyaku heran.

”Surat dari calon suamimu” Jawab Mama membuat hatiku berbunga-bunga. Aku tertawa sendiri menerima surat itu. Mataku mulai berair. Segera saja kupeluk erat tubuh Mama.

”Makasih ya Ma? Akhirnya aku menemukan jodohku” Ucapku sedikit serak.

”Iya. Mama doakan supaya kamu selalu bahagia” Sahut Mama sambil membelai kepalaku yang masih tertutup jilbab. Aku beranjak kekamarku untuk menaruh surat dari Yusuf di atas meja belajar. Tak sabar rasanya ingin cepat-cepat membukanya. Tapi aku harus mencuci dulu semua piring-piring kotor didapur.

Setelah selesai, aku langsung bergegas melangkah kekamar. Amplop putih itu kini seperti harta yang paling berharga untukku. Tak rela rasanya bila harus kehilangan katakata dalam surat yang ditulis Yusuf untukku. Sekarang aku yakin, Yusuf bersikap seperti itu tadi karena dia merasa gugup. Buktinya sekarang aku menerima surat darinya. Lebih tepatnya
lagi, surat cinta dari kekasihku. Oh...aku jadi romantis begini. Sejak bertatap muka dengannya, hatiku ini memang sepenuhnya dipenuhi rasa cinta padanya. Kubuka perlahan surat itu. Isinya:

Assalamu’alaikum warahmatullohi wabarokatuh

Kepada yang terhormat
Dinda Altharina Puteri
Di tempat

Aku sengaja menulis surat ini dengan tulisan tanganku sendiri. Berharap kau bisa merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Aku tak tahu lagi apa yang harus aku lakukan ketika orang tuaku memaksaku untuk menikah denganmu. Asal kau tahu saja, pinangan atas dirimu sebenarnya bukan aku yang menginginkan, melainkan orang tuaku.

Mereka bilang, sejak pertama kali melihatmu, hati mereka langsung tergerak untuk menjadikanmu sebagai menantu. Lagi pula orang tuaku dan orang tuamu berteman sejak lama. Tapi maaf, itu semua diluar kemauanku. Dan maaf sekali lagi, aku tidak pernah berniat menikahimu. Semua ini adalah rencana orang tuaku dan orang tuamu untuk menjodohkan kita.

Aku tahu hal ini adalah hal bodoh yang pernah aku lakukan sepanjang hidupku. Aku juga tahu bahwa jika semua ini benar-benar terjadi, maka akan banyak orang yang aku bohongi. Terlebih lagi, aku akan menjadi seorang pecundang dan pengecut karena telah menyakiti perasaanmu.

Tapi aku juga tidak bisa berbuat lebih banyak lagi sebab melihat kondisi ibuku yang sudah sangat lemah, aku takut bila aku menolak permintaanya, sakitnya akan semakin parah. Asal kau tahu saja, dua hari yang lalu ibuku masuk rumah sakit karena aku menolak permintaannya.

Jadi aku mohon, bantulah aku memainkan sandiwara ini didepan orang tua kita masing-masing. Aku tahu segala sesuatunya itu akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah Azza wa Jalla, tapi aku tak bisa berbuat banyak lagi untuk hal ini.

Aku merasa, belajarku selama beberapa tahun tentang Islam sia-sia saja karena akhirnya aku harus membohongi banyak orang atas kepura-puraanku mencintaimu. Maaf sekali lagi.
Pernikahan bukanlah suatu hal yang main-main untuk dijalankan. Terlebih lagi bila tidak dilandasi dengan rasa cinta. Sesungguhnya, ada ’nama’ lain yang mengisi relung hatiku. Dan sepertinya, mulai saat ini aku harus menghapus ’nama’ itu dan berusaha menggantinya dengan ’namamu’.

Jika memang tak ada cara lain lagi untuk kita mencegah kebohongan ini, maka sebagai langkah awalku dalam menjalankan kehidupan baruku nanti, aku ceritakan semuanya ini padamu. Jujur. Tidak ada yang ditambahkan atau dikurangkan. Aku tidak mau mengawali semua ini dengan kebohonganku pada dirimu. Maafkanlah aku yang tak mencintaimu.

Mungkin ketika membaca surat ini, matamu sudah dipenuhi dengan air mata. Aku akan berusaha mengganti air matamu itu dengan usahaku untuk dapat mencintaimu. Maaf, beribu-ribu maaf aku minta kepadamu.

Tolonglah malam ini kau shalat tahajud dan minta kepada Allah agar memberikan yang terbaik untuk kita. Aku tak sanggup, bila selamanya harus menyakitimu. dengan kepalsuan cintaku.

Dan tolong jangan ceritakan hal ini pada siapapun. Aku yakin kau mengerti seperti apa posisiku. Sekian dulu surat dariku. Bila semua ini kurang berkenan dihatimu, mohon dibukakan pintu maafmu untukku. Afwan

wassalamu'alaikum warahmatulloh wabarokatuh
Dari Seorang Pengecut

Yusuf Abdul Fattah
Remuk redam rasanya jiwa ini ketika aku membaca surat itu. Air mata sudah tak dapat lagi kubendung. Aku merasa hatiku hancur berkeping-keping. Aku merasa dunia ini menjadi gelap di penglihatanku. Orang yang aku cintai ternyata tidak pernah mengharapkanku. Dan sikapnya yang tadi kulihat janggal, ternyata benar adanya. Tiba-tiba aku merasa bahwa Yusuf adalah manusia terjahat yang pernah aku temukan selama hidupku. Tapi spekulasi itu tetap tidak bisa mengalahkan perasaanku yang sejak awal sudah dipenuhi rasa cinta padanya.

Sekarang aku mengerti apa yang diminta oleh Bu Rahayu padanya. Dan sekarang aku lebih mengerti apa yang dibicaraknnya pada temannya di book fair tadi. Yang dimaksudkan menyebar undangan adalah undangan pernikahanku dengan Yusuf. Dan ’nama’ lain yang dimaksudkannya adalah nama ... Alifa. Nama seorang akhwat yang tadi disebut-sebut oleh temannya Yusuf. Oh Alifa, mengapa tiba-tiba aku jadi merasa cemburu padamu? Sebenarnya seperti apa sosok dirimu sehingga membuat Yusuf jatuh hati padamu?

Aku merasakan air mata kembali menetes membasahi kedua pipiku. Sebuah berita menggembirakan yang baru saja aku dengar beberapa saat lalu, tiba-tiba saja berubah bagai kilat yang menyambar yang menghantam tubuhku dan membuatnya hancur berkepingkeping.

Kalau saja aku tahu hal ini dari awal, aku tidak akan pernah mau menerima lamarannya.
Tapi, aku juga tidak mau melihat Bu Rahayu jadi jatuh sakit Oh Ya Rabbi, tolonglah hambaMu ini.

Aku bangkit dari dudukku. Aku berusaha mengumpulkan kembali sisa-sisa kepingan hatiku yang tadi hancur berserakan. Kulirikkan mataku ke jam dinding. Sudah cukup malam dan aku teringat, aku belum shalat Isya. Sekuat tenaga aku berdiri dan melangkahkan kakiku ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Mataku memerah tapi kutahan untuk menangis dihadapan Mama dan Papa. Mereka tidak boleh tahu akan hal ini.

Malam ini akan kuadukan semuanya pada Dzat Yang Maha Memberikan rasa, agar Yusuf dapat menemukan arti dari sebuah makna cinta sejati.
Hari ini hari Minggu. Pagi ini aku kelihatan lesu dan tidak berdaya. Seusai shalat subuh, tilawah qur’an beberapa halaman, dan wirid ma’tsurat aku langsung bergegas mandi dan membereskan rumah. Hari ini aku ingat ada jadwal liqa(8) pukul sepuluh nanti. Seusai membereskan rumah, aku langsung membuat sarapan seperti biasanya. Makan satu meja bersama Mama dan Papa.

Di tengah menyantap nasi goreng yang kubuat, tiba-tiba Papa menegurku.

”Din, kamu kenapa? Sepertinya lesu sekali pagi ini?” Tanya Papa mengejutkanku dari lamunan. Kupandangi wajah Papa dengan tatapan hampa.

”Iya nih Din. Mama perhatikan dari tadi kok kamu diam saja. Seharusnya kamu senang dong, kan semalam baru dilamar oleh Yusuf. Dapat surat lagi darinya” Imbuh Mama melanjutkan. Tiba-tiba aku teringat akan surat dari Yusuf yang isinya sangat menghancurkan hatiku. Aku termenung sendiri sambil menatap segelas susu putih kepunyaanku. Andaikan saja hatiku ini bisa seputih susu itu.

”Din! Ada apa sih kamu?” Tegur Mama padaku. Aku kembali tersadar dari lamunanku.

”Ehm....Pa, Ma, ada yang mau aku bicarakan” Ucapku tanpa pikir panjang lagi. Hatiku semakin galau.

”Mau membicarakan apa?” Tanya Papa. Kutarik nafasku dalam-dalam.

”Setelah semalaman aku berpikir ulang kembali, aku memutuskan untuk.... menolak lamaran Yusuf”

”Apa?!” Teriak Papa dan Mama berbarengan.

”Iya Pa, Ma, aku memutuskan untuk tidak menikah dengan Yusuf” Kataku lagi mempertegas perkataanku sebelumnya.

”Kamu sudah ngaco apa? Hari pernikahan dan segala persiapannya itu sudah ditentukan, Dinda. Lagi pula, kenapa tiba-tiba kamu menolaknya? Bukankah semalam kamu kelihatan bergembira sekali menerima lamaran Yusuf? Bahkan Yusuf sampai menuliskan surat cinta untukmu. Lalu apa yang menyebabkanmu sampai berubah pikiran?” Tanya Mama dengan penuh ketegasan.

Andai saja Mama dan Papa tahu apa isi surat itu, pasti kalianpun akan melakukan hal yang sama sepertiku. Bahkan aku yakin, Papa dan Mama tidak akan rela melepaskan aku pada seseorang yang tidak mencintaiku. Tapi aku tidak akan memberitahukan semua ini pada kalian. Cukup aku saja yang menderita.

”Dinda?” Tegur Mama.

”Ya Ma? Ehm....”

Sesungguhnya aku tidak mempunyai jawaban atas pertanyaan Mama. Ya Allah, jawaban apa yang harus aku berikan pada Mama dan Papa?

”Ehm...A, aku merasa kurang pantas saja Ma bersanding dengan Yusuf. Aku merasa, lebih baik dia bersanding dengan wanita lain saja dari pada dengan aku” Jawabku sekenanya.

”Tapi Din, dia itu jelas-jelas sudah memilihmu untuk menjadi pendampingnya. Jadi untuk apa lagi kau menolaknya?” Tanya Papa penuh ketegasan. Aku diam seribu bahasa. Dalam hati aku menjawab pertanyaannya.

”Yang sebenarnya memilihku bukanlah Yusuf Pa, tapi orang tuanya. Orang tuanya yang menginginkan aku jadi menantunya, bukan Yusuf”

Aku hanya bisa menunduk dan pasrah dalam ketidak berdayaanku. Sejurus do’a kupanjatkan pada Yang Kuasa agar semuanya bisa berjalan dengan baik. Mama kembali bersuara.

”Din, usiamu sudah menginjak 27 tahun. Mau cari yang seperti apa lagi kalau yang seperti Yusuf saja kamu tolak?” Ucap Mama berusaha meyakinkanku. Aku rasa pertanyaan Mama tak perlu kujawab. Aku hanya menjawabnya dalam hati.

”Aku hanya ingin mencari suami yang sholeh dan dapat mencintaiku apa adanya, Ma” Ucapku dalam hati.

Aku beranjak pergi dari hadapan Mama dan Papa. Mereka hanya bisa memandangiku berjalan kekamar. Di kamar, kubuka buku harianku dan kutuliskan semua kegundahanku dalam buku itu dengan air mata berlinang. Tanpa kusadari air mataku itu jatuh membasahi tulisanku.

Aku tak sanggup lagi dengan keadaan ini. Tapi aku kembali ingat, bahwa Allah tidak akan pernah memberikan suatu cobaan kepada hambaNya diluar batas kemampuan hambaNya. Dan sampai sekarang aku selalu ingat salah satu ayat itu yang terdapat di Surat Al Baqarah. Kalau memang Allah sudah mempercayakan cobaan itu padaku, maka aku yakin akupun bisa mengatasinya. Allah tidak pernah salah dalam bertindak. Mana mungkin Allah salah?

Mungkin ini adalah sebuah cobaan atas diriku untuk mencapai tingkat derajat taqwa yang lebih tinggi. Jika aku sabar menghadapinya, itu berarti aku lulus. Tapi kalau tidak, maka aku belum bisa mencapai derajat taqwa yang lebih tinggi itu.

Aku yakin, setiap manusia itu mempunyai kadar kesanggupannya masing-masing. Dan yang tahu kadar itu hanyalah Allah swt. Bahkan manusia pun belum tentu mengetahui kadar itu, karena manusia hanya bisa mengeluh dan mengeluh tanpa mau berpikir kenapa Allah memberikan cobaan itu. Yang manusia bisa lakukan hanyalah meratapi nasib yang sudah ada tanpa mau berusaha untuk mengubahnya. Padahal kalau diingat-ingat lagi, Allah itu mengikuti prasangka hambaNya. Pertanyaannya bukan, Kenapa Allah memberikan cobaan ini? Tapi lebih tepatnya lagi, Apa hikmah dibalik cobaan yang Allah berikan? Dan tugas seorang manusia itu ialah mencari hikmah yang terkandung dari semua cobaan yang telah Allah berikan. Itulah sikap manusia sejati.

Dan aku? Aku akan berusaha untuk menjadi manusia sejati itu. Aku tidak boleh kalah oleh keadaan. Biar bagaimana pun, hidup ini masih dan harus terus berjalan. Aku yakin, akan ada hikmah dibalik semua cobaan ini.

Ya, saat ini, bagiku, mencintai calon suamiku adalah cobaan untukku. Dan pastinya, akan ada suatu kebaikan yang terkandung jika aku bersabar dalam mencintainya. Dan janji Allah itu pasti, Innallaha Ma ’ashshobirin. Allah itu selalu bersama orang-orang yang sabar. Sabar dalam beribadah, sabar dalam melakukan perbuatan, sabar dalam mengarungi kehidupan, dan sabar bila kita mencintai seseorang yang tidak mencintai kita. Sabar, sabar, dan sabar. Itulah yang sekarang sedang berusaha aku lakukan. Aku akan selalu bersabar, menanti pintu hatinya terbuka untuk dapat menerima cintaku.

Pukul sembilan kurang sepulih menit. Aku harus bersiap-siap pergi liqa ketempat Mbak Rianti, murabbiku. Hari ini aku ada jadwal kultum. Aku tak mau terus menerus memikirkan masalahku dengan Yusuf sementara masalahku yang lain masih menunggu uluran tangan untuk aku selesaikan. Aku jadi mempunyai tema kultum yang baru untuk aku sampaikan kepada teman-teman. Tema itu adalah tentang kesabaran. Apa itu sabar, kenapa kita harus sabar, dan apa gunanya kita bersabar, semuanya akan aku bahas di forum halaqah nanti. Sekalian aku akan meyampaikan kabar gembira sekaligus menyedihkan untukku. Gembira karena sebentar lagi aku akan menikah. Dan menyedihkan karena lakilaki yang menikahiku sesungguhnya tidak mencintaiku.

Tapi kabar menyedihkanitu takakan aku sampaikan nanti. Cukup hanya aku, Yusuf, dan Allah saja yang tahu. Rabbi, kuatkanlah diriku. Izinkanlah aku meraih derajat taqwaMu, Ya Allah......

TUBIKUNTINYUEEE,,,
=**♥**=



Ya Allah Ijinkan Hamba Menggelar Sajadah Bersamanya

TAWAR MENAWAR DI PASAR YUKS...

Mungkin kita sebagian besar pernah berbelanja di pasar tradisional baik Pasar Tanah Abang di Jakarta, Malioboro di Jogja, Pasar Klewer Solo, atau lainnya. Pasar, yang biasanya disebut “pasar becek” (lantaran infrastrukturnya tak terurus) ini selalu dipenuhi banyak orang terutama ibu-ibu. Tak jarang, masyarakat dengan ekonomi menengah pun ingin merasakan kesegaran barang dagangan di pasar.




Kesegaran barang dagangan dan fenomena tawar-menawar umumnya jadi perekat; mengapa orang memiliki kesukaan untuk berbelanja di pasar tradisional. Selain harga yang bisa lebih murah, juga kerinduan masyarakat dengan proses tawar-menawar saat ingin membeli barang incaran.

Tidak jarang, ketika berbelanja ke pasar tradisional, pembeli mengajak rekannya yang dianggap “jago menawar” demi mendapatkan harga yang murah.

Proses tawar-menawar antara penjual dan pembeli ini dalam istilah ekonomi mungkin bisa dikatakan sebagai “tebak-tebakan willingness to pay” (keinginan pembeli menetapkan harga kemampuannya). Jadi, harga yang ada nantinya ditentukan oleh seberapa pintar pembeli menyembunyikan keinginan untuk membayar (willingness to pay), serta seberapa pintar penjual untuk menebaknya.
Proses inilah yang menentukan seberapa besar kepuasan atau keuntungan dari masing-masing pihak. Kepuasan pembeli akan semakin besar jika harga yang diperolehnya rendah. Sebab, kepuasan pembeli dihitung berdasarkan selisih antara willingness to pay dengan harga yang disepakati. Sedangkan kepuasan atau keuntungan penjual dihitung berdasarkan selisih antara harga yang disepakati dengan ongkos-ongkos untuk menghasilkan barang yang dijualnya.Melalui pandangan ekonomi sederhana itulah, kerap kita jumpai pemandangan pembeli mencari kelemahan kualitas barang yang ingin dibelinya untuk menekan harga. Sebaliknya, pedagang terus memujii barang yang dijualnya. Harapannya jelas agar lebih mengorek informasi seberapa besar keinginan membayar dari calon pembalinya, yang kemudian menentukan seberapa besar keuntungan yang diperoleh.Masih berkaitan dengan keinginan untuk membayar ini, disadari atau tidak, semakin banyak barang tersebut kita miliki atau kita beli, maka semakin rendah willingness to pay seseorang. Sebagai ilustrasi, ketika seseorang sedang haus, kemudian ada penjual minuman gelas, maka keinginan membayar untuk gelas yang pertama akan sangat tinggi. Misalkan Rp 10.000. Sedangkan untuk gelas kedua, pastinya keinginan untuk membayar minuman tersebut menjadi berkurang, misalnya hanya Rp 8.000. Karena sudah tidak haus lagi, kecuali ingin perut kembung.Hal inilah yang kemudian disadari oleh penjual dan memberikan harga lebih murah terhadap pembeli ketika membeli barang lebih banyak. Raihlah keberuntungan dalam tawar-menawar dengan menyembunyikan willingness to pay.Karena itu, bagi yang gemar berbelanja di pasar tradisional atau di pasar mana pun yang memberlakukan hukum tawar-menawar, sebaiknya tidak terlalu terburu-buru untuk memutuskan harga barang yang diinginkan. Jangan terlalu terlihat bahwa kita sangat menginginkan barang yang sedang ditawar tersebut. Menawarlah seolah-olah kita sudah memiliki barang tersebut dan sekadar ingin menambahnya. Sesekali boleh menggunakan trik pura-pura meninggalkan toko, tetapi harus dengan perhitungan yang matang. Jika dugaan kita meleset alias tidak dipanggil lagi, maka posisi tawar kita akan lemah di saat kembali ke toko yang sama untuk membeli barang incaran tadi. Selamat menawar.
sumber : yahoo.com

Senin, 13 Februari 2012

PASHMINA ALIBABA


 Cara lain pake kerudung pashmina.... cobain yuks...




KERUDUNG LAPIS BELANG



 Masih mengunakan Jilbab segi empat kuk..... cuman ni mau digradasi 2 warna...
intip yuks.... trus praktekin deh....



KERUDUNG TWIST UNTUK KE PANTAI


Wah...... enak ya kalau kita berlibur ke pantai... menikmati suasana nan elok... Melihat sunset dan indahnya ombak pantai.... Trus gimana ya jilbab yang pas buat pergi ke pantai, biar gak ribet.... yuk intip tutorial kerudung twist santai buat ke pantai ^_^





selamat mencoba ^_^